Penyakit Jantung Bawaan Dan Penyebabnya

Penyakit Jantung Bawaan bisa muncul sejak dalam kandungan

Penyakit Jantung Bawaan (PJB) merupakan penyakit yang mendominasi kematian pada bayi terbesar ke dua di Indonesia selain gizi buruk. Fakta menyeramkannya adalah bahwa PJB dapat timbul bahkan semenjak bayi anda masih dalam kandungan, dan menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia pada tahun 2014 tujuh hingga delapan bayi dari 1000 kelahiran di Indonesia mengidap penyakit ini. Lalu apa yang menyebabkan hal ini?

Penyakit Jantung Bawaan adalah penyakit yang timbul dari kurang terbentuk secara sempurna organ jantung semenjak awal kehamilan. Ketidak sempurnaan ini bisa dipicu oleh beberapa hal, antara lain adanya kelainan gen seperti infeksi Rubella dan sindroma Down pada trisemester pertama kehamilan memiliki hubungan dengan kejadian PJB. Janin dalam kandungan memiliki kompensasi yang baik terhadap kelainan ini, sehingga tanpa kontrol kehamilan yang baik seringkali PJB tidak terdiagnosa sebelum bayi dilahirkan. Setiap jenis PJB memiliki penanganan yang berbeda satu sama lain, bergantung pada klasifikasi (sianotik atau non sianotik), kelainan struktur, dan keparahan defek jantung.

Dikarenakan penyebabnya yang masih terlalu luas, Yayasan Jantung Indonesia dan Persatuan Dokter Jantung Indonesia mengklasifikasi Penyakit Jantung Bawaan ini kedalam dua jenis berdasarkan sebab dan penanganan yang bisa diberikan kepada pasien, antara lain :

Penyakit jantung bawaan biru (sianotik)

Penyakit ini terjadi karena adanya keabnormalan struktur jantung yang cukup kompleks hingga hanya bisa ditangani dengan bedah. Pada kasus ini, bayi yang baru saja lahir terlihat biru karena adanya percampuran darah kotor dan darah bersih karena kelainan pada struktur jantung. Jaringan dalam tubuh bayi mendapatkan oksigen yang sangat minim sehingga sangat berbahaya untuk kelangsungan hidupnya dan harus ditangani secara cepat. Darah yang miskin oksigen dapat disebabkan oleh mekanisme berikut:

  • Terjadi kebocoran sekat antara bilik kiri dan kanan yang disertai penyempitan arteri pulmonal, bahkan buntu sama sekali.
  • Terjadi kesalahan posisi dari arteri pulmonalis (pembuluh darah yang mengalirkan darah dari bilik kanan ke paru).

Penyakit jantung bawaan tidak biru (asianotik)

Penyakit jantung bawaan asianotik umumnya memiliki kelainan yang sederhana dan tunggal, namun tetap saja lebih dari 90% di antaranya perlu tindakan bedah jantung terbuka untuk pengobatannya. Gejala pada penyakit jantung bawaan asianotik tidak terlihat nyata. Sehingga sering tidak terdiagnosa dan tidak disadari baik oleh dokter maupun orang tua. Beberapa mekanisme yang terjadi pada penyakit ini adalah:

  • Aliran darah terjadi dari kiri ke kanan melalui kebocoran sekat antara jantung kanan dan jantung kiri, baik pada tingkat serambi maupun bilik jantung. Juga dapat terjadi karena tidak menutupnya pembuluh yang menghubungkan aorta dan arteri pulmonal, sedangkan pada bayi normal pembuluh darah tersebut menutup sesaat setelah bayi lahir.
  • Adanya sumbatan (obstruksi) pada jantung kanan
  • Obstruksi pada jantung kiri.

Hal yang bisa dilakukan untuk pencegahan

Dikarenakan penyakit ini muncul pada pembentukan awal janin, maka sangat disarakan oleh para dokter kandungan, para ibu agar memenuhi nutrisi selama kehamilan seperti Asam Folat, Protein, Natrium dan Vitamin D. Ditambah untuk selalu menjaga kebersihan diri dan asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari dapat membantu mencegah terjadinya kasus PJB pada janin yang dikandung.

Ayo mulai biasakan hidup sehat demi keluarga bahagia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *